Senin, 30 November 2015

Tutup Jendelamu Rapat-Rapat


Malam itu aku tengah mengerjakan tugas yang sudah harus kupresentasikan besok pagi dihadapan dosen. Karena masih banyak bahan materi mentah berbentuk tulisan dan beberapa paragraf panjang yang belum kukerjakan, kuputuskan untuk pergi ke dapur sebentar membuat secangkir kopi, untuk menemani malamku waktu itu. Beberapa menit aku kembali kamar, ada sesuatu yang aneh terjadi. Pena yang kuletakkan di atas loose leafku tiba-tiba berada di lantai, perasaan aku tadi tidak menjatuhkannya atau mungkin saja tadi menggelinding  jatuh ke lantai. Kuanggap itu hal biasa. Namun sialnya ketika kuambil kembali pena itu dan kugunakan untuk menulis pena itu macet. Aah lalu aku mengambil pena lain yang ada di  laci mejaku. Ketika aku menegakkan pandanganku ke laptop, terdapat tulisan di screen monitor yang berbunyi “cepat buka jendela kamarmu. Aku ingin masuk” . Aku kaget  sampai jatuh terpental, aku langsung cepat-cepat menutup tirai  jendela kamarku dan segera tidur. Lampu kamar kuhidupkan tidak seperti biasanya aku selalu tidur dalam keadaan gelap. Malam terburuk itu terasa lama sekali, aku harus menggigil ketakutan diatas tempat tidur sampai berjam-jam. Aku tak mungkin berteriak minta tolong, aku di rumah sendiri orang tuaku sedang berada di luar kota, mulutku pun terasa  kaku serasa tak mampu berucap apa pun. Sampai keesokan harinya aku terbangun, aku merasa sedikit lega tetapi masih merasa takut. Aku menyibakkan tirai jendela membiarkan semua cahaya masuk menerangi kamarku dan mengubah suasana yang semalam sangat dingin menjadi agak lebih hangat. Aku mengambil segelas air putih sambil melihat jam di dinding, gawat 10 menit lagi masuk. Kuletakkan gelasku di atas meja dan Segera  mandii persiapan pergi ke kampus. Ternyata aku belum bisa bernafas lega, kubaca tulisan yang ada di secarik kertas di bawah gelasku tadi. “Mengapa semalam kau tak mau melihatku di bawah tempat tidurmu ?” sejak  kejadian itu, kejiwaanku menjadi terganggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar