Malam itu aku tengah
mengerjakan tugas yang sudah harus kupresentasikan besok pagi dihadapan dosen.
Karena masih banyak bahan materi mentah berbentuk tulisan dan beberapa paragraf
panjang yang belum kukerjakan, kuputuskan untuk pergi ke dapur sebentar membuat
secangkir kopi, untuk menemani malamku waktu itu. Beberapa menit aku kembali
kamar, ada sesuatu yang aneh terjadi. Pena yang kuletakkan di atas loose leafku
tiba-tiba berada di lantai, perasaan aku tadi tidak menjatuhkannya atau mungkin
saja tadi menggelinding jatuh ke lantai.
Kuanggap itu hal biasa. Namun sialnya ketika kuambil kembali pena itu dan
kugunakan untuk menulis pena itu macet. Aah lalu aku mengambil pena lain yang
ada di laci mejaku. Ketika aku
menegakkan pandanganku ke laptop, terdapat tulisan di screen monitor yang
berbunyi “cepat buka jendela kamarmu. Aku ingin masuk” . Aku kaget sampai jatuh terpental, aku langsung
cepat-cepat menutup tirai jendela kamarku dan segera tidur. Lampu kamar kuhidupkan
tidak seperti biasanya aku selalu tidur dalam keadaan gelap. Malam terburuk itu
terasa lama sekali, aku harus menggigil ketakutan diatas tempat tidur sampai
berjam-jam. Aku tak mungkin berteriak minta tolong, aku di rumah sendiri orang
tuaku sedang berada di luar kota, mulutku pun terasa kaku serasa tak mampu berucap apa pun. Sampai
keesokan harinya aku terbangun, aku merasa sedikit lega tetapi masih merasa
takut. Aku menyibakkan tirai
jendela membiarkan semua cahaya masuk menerangi kamarku dan mengubah suasana
yang semalam sangat dingin menjadi agak lebih hangat. Aku mengambil segelas
air putih sambil melihat jam di dinding, gawat 10 menit lagi masuk. Kuletakkan
gelasku di atas meja dan Segera
mandii persiapan pergi ke kampus. Ternyata aku
belum bisa bernafas lega, kubaca tulisan yang ada di secarik kertas di bawah
gelasku tadi. “Mengapa semalam kau tak mau melihatku di bawah tempat tidurmu ?”
sejak kejadian itu, kejiwaanku menjadi
terganggu.
Senin, 30 November 2015
Tutup Jendelamu Rapat-Rapat
Malam itu aku tengah
mengerjakan tugas yang sudah harus kupresentasikan besok pagi dihadapan dosen.
Karena masih banyak bahan materi mentah berbentuk tulisan dan beberapa paragraf
panjang yang belum kukerjakan, kuputuskan untuk pergi ke dapur sebentar membuat
secangkir kopi, untuk menemani malamku waktu itu. Beberapa menit aku kembali
kamar, ada sesuatu yang aneh terjadi. Pena yang kuletakkan di atas loose leafku
tiba-tiba berada di lantai, perasaan aku tadi tidak menjatuhkannya atau mungkin
saja tadi menggelinding jatuh ke lantai.
Kuanggap itu hal biasa. Namun sialnya ketika kuambil kembali pena itu dan
kugunakan untuk menulis pena itu macet. Aah lalu aku mengambil pena lain yang
ada di laci mejaku. Ketika aku
menegakkan pandanganku ke laptop, terdapat tulisan di screen monitor yang
berbunyi “cepat buka jendela kamarmu. Aku ingin masuk” . Aku kaget sampai jatuh terpental, aku langsung
cepat-cepat menutup tirai jendela kamarku dan segera tidur. Lampu kamar kuhidupkan
tidak seperti biasanya aku selalu tidur dalam keadaan gelap. Malam terburuk itu
terasa lama sekali, aku harus menggigil ketakutan diatas tempat tidur sampai
berjam-jam. Aku tak mungkin berteriak minta tolong, aku di rumah sendiri orang
tuaku sedang berada di luar kota, mulutku pun terasa kaku serasa tak mampu berucap apa pun. Sampai
keesokan harinya aku terbangun, aku merasa sedikit lega tetapi masih merasa
takut. Aku menyibakkan tirai
jendela membiarkan semua cahaya masuk menerangi kamarku dan mengubah suasana
yang semalam sangat dingin menjadi agak lebih hangat. Aku mengambil segelas
air putih sambil melihat jam di dinding, gawat 10 menit lagi masuk. Kuletakkan
gelasku di atas meja dan Segera
mandii persiapan pergi ke kampus. Ternyata aku
belum bisa bernafas lega, kubaca tulisan yang ada di secarik kertas di bawah
gelasku tadi. “Mengapa semalam kau tak mau melihatku di bawah tempat tidurmu ?”
sejak kejadian itu, kejiwaanku menjadi
terganggu.
Langganan:
Komentar (Atom)